ABOUT

"No drums, no bass, no sequencer? How do you guys keep it so tight and full? It's freagin' awesome!!!!".  

Boy William

Sebuah kelompok akustik kuartet beranggotakan Aqi Singgih, Audrey Singgih, Vega Antares, Agung Setiagiri. Berdiri 11 September 2016, bersatu di panggung pertama, di sebuah cafe di bilangan Kemang, Jakarta Selatan bernama Parc 19.

Setelah setahun bermain dari cafe ke cafe, dari bar ke bar, kota ke kota, negara ke negara, akhirnya di akhir 2017 mereka mulai mencipta lagu dan melakukan workshop untuk rekaman. Prosesnya pun cukup lama, mengingat jadwal panggung mereka yang cukup padat. Akhirnya pada tanggal 2 November 2018, mereka meluncurkan single perdananya bertajuk 'Aku'. Langsung bisa dinikmati di portal-portal musik digital kesayangan kalian masing-masing. Video klip pun langsung mereka garap dan diluncurkan di YouTube di hari yang sama dengan singlenya. 

Gonjrengan gitar Vega yang powerful dan berkarakter, petikan gitar Giri yang manis dan melodius, gebrakan vokal Aqi dan Audrey yang menguasai ruangan, dan pembagian suara antara Aqi, Audrey dan Vega yang sangat harmonis membuat mereka sulit untuk dilewatkan begitu saja. Ga percaya? Coba datang dan saksikan penampilan mereka!

Aqi Singgih

Lebih dr 20 tahun ia berkelana di dunia musik nusantara. Pertama kali terjun di industri musik tanah air bersama sebuah band bernama TIKET, sampai akhirnya mengundurkan diri pada tahun 2003. Selanjutnya, ia membentuk sebuah band tribute akustik bernama MIKE'S APARTMENT yang kemudian menjadi band akustik terbaik di Indonesia. Tak lama kemudian ia bergabung dengan band ALEXA yang juga menempati posisi band papan atas di Indonesia. Kini ia kembali membentuk dan menjadi vokalis band pop akustik yang kembali merajai scene cover band pop di Indonesia, DIAA.

Ia juga kerap memproduseri/co-produce artis-artis dan musisi di Indonesia seperti, Paquita Widjaya, Wingky Wiryawan, Andre Dunant, Audrey Singgih, Banyu Biru, Arkalara, dan juga DIAA. Selain bermusik ia juga kerap membintangi berbagai film layar lebar maupun serial televisi seperti, Kwaliteit 2, D'trax, Patriot, Blood Brothers, Kuntilanak, Gundala, dll.

Audrey Singgih

Seorang istri dan working mom yang multitalenta ini memutuskan untuk meninggalkan dunia corporate demi fokus melakukan hal yang sangat dicintainya, bernyanyi. Sesungguhnya telah lama sekali ia berkecamuk dalam dunia tarik suara ketika masih tinggal di Australia, dalam sebuah choir/paduan suara, band, backing vocal Ahmad Dhani dan Mulan Jameela (Sydney tour), sampai proyek solo (bersama Andre Dunant) dan menjadi guest singer dalam beberapa lagu artis papan atas Indonesia, salah satunya Winky Wiryawan.

Bersama DIAA, Audrey mencipta, mengkomposisikan, dan juga meracik nada dan lirik. Ide-ide untuk aransemen ulang lagu-lagu milik orang lainpun kerap diprakarsai olehnya. Memiliki keinginan untuk belajar yang luar biasa, membuat Audrey kini lihai dalam mengoperasikan recording DAW dan tidak lupa, ia mahir bermain piano.

Vega Antares

Gaya dan pembawaannya yang flamboyan dan mbois, membuat Vega sangat kasat mata baik di atas maupun di luar panggung. Pengalaman bermusik yang luar biasa membuatnya menjadi aset yang sangat penting untuk DIAA. Tidak hanya pengalaman, tetapi ia juga sempat belajar Sound Engineering. Hal tersebut membuatnya piawai dan pakar dalam hal Audio Recording. Tidak lupa pula bakatnya dalam mencipta lagu dan menulis lirik. Jadilah ia mencipta untuk beberapa artis besar Indonesia, seperti Ari Lasso, Mulan Jameela, dan bandnya yang terdahulu VOX. Tidak kalah 'wah'nya, ia adalah salah satu orang 'penting' dalam Republik Cinta Management.

Pengaruh besar The Beatles, The Beach Boys dan Queen juga yang membuat Vega sangat cocok bermusik dengan DIAA. Telinga Vega yang super pop, membuat telinganya sangat jeli dalam mencipta, mengaransemen, dan memproduksi lagu. Kasih alat musik apapun, niscaya dibunyikan olehnya.

Setiagiri

Bermusik selama belasan tahun, dari Singapore ke Jakarta dan Bandung, siapapun yang mendengar petikan gitar seorang Giri pasti tidak akan tahan untuk tidak 'menoleh' ketika ia bermain. Kadang terlihat 'hilang' ketika sedang memainkan gitar di tangannya. Sangat mendalami dan menghayati perannya sebagai seorang ksatria bergitar, melodi yang dia lantunkan selalu indah dan unexpected. Ia pun sempat menjadi seorang guru gitar di Bandung. Pernah dengar duo BubuGiri? Itulah dia.

Cita-cita besar mendorong Giri untuk melakukan sesuatu yang lebih lagi. Diracuni oleh ajakan Aqi yang cukup persuasif, ia pun bergabung dengan DIAA dan memutuskan untuk full time tinggal di Jakarta. Tawaran panggung pun membanjir. Tidak hanya gitar, Giri pun menguasai DAW, pembuatan sequencer, dan juga bermain piano dan bass.

©2018 diaa.id